Mengapa Demurrage Kontainer Bisa Rp. 2Juta per hari? – Kenapa ini Terjadi & Cara Menghindarinya

Banyak importir fokus pada harga barang dan biaya freight, mereka negosiasi keras agar dapat harga terbaik dari supplier. Namun ketika kontainer tiba di pelabuhan, biaya yang muncul justru di luar perhitungan, tagihan datang dan nominalnya tidak kecil. Puluhan juta rupiah hilang tanpa menambah nilai apapun ke bisnis. Masalahnya bukan pada harga barang. Masalahnya adalah demurrage dan storage.

Biaya ini sering muncul karena keterlambatan proses impor, tidak tersedianya armada truk, ataupun proses custom clearance yang tidak terplaning dan sering terjadi bahkan pada shipment yang awalnya terlihat berjalan lancar.

Artikel ini akan membahas demurrage & storage secara praktis, strategis, dan berbasis realita operasional

Biaya Impor Paling Menyakitkan

Banyak importir mengira biaya terbesar dalam impor adalah ongkos kirim internasional. Faktanya, dalam banyak kasus, biaya terbesar justru setelah kapal tiba di pelabuhan. Kontainer sudah sampai di pelabuhan, barang sudah berada di negara tujuan, namun belum bisa keluar dari kawasan pelabuhan. Setiap hari keterlambatan berarti biaya terus berjalan. Dan biaya ini tidak kecil, dalam banyak kasus nyata di Indonesia, total biaya demurrage + storage dapat mencapai: +/- Rp. 2,000,000 per hari per kontainer.

Apa itu Demurrage & Storage?

Dua Biaya yang sering disalahpahami
Banyak orang menganggap demurrage dan storage adalah hal yang sama.
Padahal keduanya berasal dari pihak yang berbeda.

Demurrage (Biaya dari Shipping Line)
Biaya demurrage adalah biaya tambahan dari perusahaan pelayaran yang dikenakan jika kontainer tidak dikembalikan setelah melewati masa bebas penggunaan (free time). Tujuannya sebagai kompensasi atas keterlambatan sekaligus memastikan ketersediaan kontainer agar dapat dipakai kembali.

Storage (Biaya dari Terminal Pelabuhan)
Storage adalah biaya penumpukan di area pelabuhan yang dikenakan oleh otoritas pelabuhan, terpisah dari biaya pelayaran. Selama kontainer masih berada di terminal, pelabuhan mengenakan biaya penyimpanan harian.

Perbedaan Demurrage, Detention dan Storage

Sering kali istilah ini membuat bingung:

Demurrage → Biaya yang muncul saat kontainer masih berada di area pelabuhan dan belum diambil melewati masa free time. Ini biasanya terjadi karena proses dokumen, pembayaran atau clearance belum selesai sehingga kontainer tertahan di terminal.

Detention → Biaya yang dikenakan setelah kontainer keluar dari pelabuhan, tetapi tidak dikembalikan ke depo dalam batas waktu yang diberikan. Intinya, kontainer terlalu lama berada di pihak penerima.

Storage → Biaya penumpukan kontainer di area pelabuhan yang ditagihkan oleh otoritas pelabuham/terminal, bukan oleh perusahaan pelayaran. Biaya ini berkaitan dengan penggunaan lahan terminal

Per Diem → Istilah umum untuk tarif harian yang dihitung per hari keterlambatan penggunaan kontainer, biasanya terkait dengan demurrage atau detention.


Faktor Penyebab terjadinya Demurrage

Walaupun perencanaan sudah dilakukan, banyak faktor eksternal yang bisa memicu keterlambatan. Misalnya proses bea cukai yang memakan waktu lebih lama, kerusakan kontainer, atau masalah berat muatan. Hal-hal seperti ini sering berada di luar kendali pengirim tetap tetap berdampak pada biaya.

Berikut penyebab yang paling sering terjadi:
1. Pembayaran belum selesai
Barang tidak akan dilepas sebelum seleuruh biaya pengiriman dilunasi. Keterlambatan pembayaran otomatis membuat kontainer tertahan di pelabuhan dan memicu biaya tambahan.

2. Kesalahan administrasi
Dokumen kepabeanan yang tidak lengkap atau salah menjadi penyebab klasik. Proses impor membutuhkan dokumen inti seperti invoice, bill of lading/airway bill, packing list, dan pemberitahuan kedatangan. Beberapa jenis barang bahkan membutuhkan dokumen tambahan. Tanpa kelengkapan ini, clearance tidak bisa diproses.

3. Dokumen datang terlambat
Kadang dokumen utama seperti B/L, Certificate of Origin, atau packing list terlambat diterima. Walaupun terdengar sepele, keterlambatan ini bisa menahan seluruh proses pengeluaran kontainer.

4. Penerima sulit dihubungi
Masalah komunikasi juga sering memicu biaya. Jika penerima tidak responsif atau tidak siap menerima barang, kontainer akan tetap berada di pelabuhan. Dalam kondisi ini, pelayaran tetap menganggap kontainer menunggu untuk diambil dan biaya demurrage terus berjalan.

Intinya, demurrage biasanya bukan disebabkan satu kesalahan besar, tetapi akumulasi keterlambatan kecil yang tidak diantisipasi sejak awal.

Perkiraan Biaya Demurrage di Indonesia

Gambaran Biaya Nyata di Lapangan

Nilai bisa berbeda tiap shipping line & pelabuhan, namun kisaran umum. Faktor yang mempengaruhi:

  • Jenis Kontainer (20 ft, 40ft, reefer).
  • Lama keterlambatan.
  • Lokasi pelabuhan.

Contoh:
Tarif penalti bisa berkisar Rp 300.000 – Rp. 1.000.000 per unit per hari

  • Free time: 5 hari.
  • Kontainer tertahan: 10 hari.
  • Keterlambatan: 5 hari.
  • Tarif harian: Rp. 500.000
  • Jumlah kontainer: 5 unit

Biaya demurrage = 5 x Rp. 500.000 x 5 = Rp. 12.500.000
Jika keterlambatan semakin lama, biaya ini bisa membengkak hingga puluhan juta.
Dan ingat biaya ini murni karena keterlambatan, tanpa nilai tambah apapun.

Apakah Biaya ini Terkena Pajak?
Biaya keterlambatan kontainer juga termasuk objek PPN sebesar 11%. Artinya, nilai tagihan akan ditambah pajak sebelum dibayar. Misalnya tarif keterlambatan Rp. 10.000.000, maka dikenakan PPN Rp. 1.100.000 sehingga total yang harus dibayarkan menjadi Rp. 11.000.000.

Hal ini karena biaya demurrage, detention maupun per diem dianggap sebagai bagian dari jasa yang diberikan oleh perusahaan pelayaran atau pihak terkat, sehingga tetap masuk dalam perhitungan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Dampak Langsung ke Margin Bisnis

  • Tekanan Finansial
    Biaya tambahan yang tidak direncakan langsung memakan margin keuntungan dan bisa mengganggu perhitungan biaya proyek secara keseluruhan.
  • Terganggunya alur rantai pasok
    Ketika kontainer tertahan di pelabuhan, proses distribusi ikut mundur. Dampaknya bisa merembet ke jadwal produksi, stok gudang, hingga keterlambatan pengiriman ke pelanggan.
  • Resiko reputasi bisnis
    Keterlambatan distribusi membuat pelanggan meragukan keandalan layanan. Jika terjadi berulang, kepercayaan bisa menurun dan peluang kerja sama jangka panjang ikut terancam.
  • Menurunnya efisiensi operasional
    Tim harus menghabiskan waktu dan tenaga ekstra untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya bisa dicegah, mulai dari koordinasi tambahan hingga pengeluaran biaya tak terduga.

Banyak Bisnis merasa margin “hilang” tanpa mengetahui sumbernya. Salah satu penyebab terbesar: biaya keterlambatan di pelabuhan.

Cara Meminimalkan Resiko Demurrage

  1. Persiapkan Dokumen Sejak Awal
    Lengkapi invoice, packing list, serta dokumen kepabeanan sebelum kapal tiba. Proses clearance yang tertunda karena dokumen belum siap adalah penyebab paling umum kontainer tertahan di pelabuhan.
  2. Pahami Durasi Free Time
    Setiap shipping line memberi masa bebas biaya yang terbatas, umumnya sekitar 5-7 hari. Mengetahui batas waktunya membantu Anda menyusun jadwal pengambilan kontainer secara realistis.
  3. Siapkan Transportasi Darat Lebih Cepat
    Koordinasikan ketersediaan truk dan kesiapan gudang jauh-jauh hari agar kontainer bisa segera keluar dari terminal begitu proses administrasi selesai.
  4. Libatkan Penyedia Jasa Logistik Berpengalaman
    Forwarder atau perusahaan logistik yang kompeten biasaya sudah memahami alur clearance dan prosedur pelabuhan, sehingga potensi keterlambatan bisa ditekan.
  5. Jaga Komunikasi Aktif dengan Shipping Line
    Jika muncul hambatan, segera diinformasikan ke pihak pelayaran. Dalam kondisi tertentu, mereka dapat memberikan perpanjangan free time atau solusi lain untuk mengurangi potensi biaya tambahan.

Kesimpulan

Pemahaman yang mendalam tentang demurrage dan detention mulai dari definisi, dampak finansial, hingga faktor pemicunya – membantu perusahaan mengelola rantau pasok dengan lebih efektif serta menghindari biaya tak terduga. Ditengah persaingan yang semakin ketat dan kondisi operasional yang tidak stabil, kemampuan mengantisipasi resiko menjadi kunci untuk menjaga efisiensi dan keandalan pengiriman laut.

Untuk mengelola setiap tahap pengiriman secara optimal dan menekan potensi biaya tambahan, bekerja sama dengan penyedia logistik yang berpengalaman dan terstruktur merupakan pilihan yang tepat. SAN menawarkan solusi komprehensif melalui layanan pengiriman lautnya, termasuk pemantauan berkelanjutan dan pendekatan optimasi biaya. Untuk mendapatkan konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, hubungi tim kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *